Riguest: Bahasa Jepang

The Region of Java

This is the region of Java. Java has 6 Provinces. Java has many culture. In Java, any two script : Javanese Script and Sundanese Script

INORI BUNKASAI 2

INORI BUNKASAI II is a matsuri (Festival) held in 1 Vocational School of Bekasi. This is the committe of INORI BUNKASI II. That's verry great matsuri was be held in Bekasi

The Region of Java

This is the region of Java. Java has 6 Provinces. Java has many culture. In Java, any two script : Javanese Script and Sundanese Script

INORI BUNKASAI 2

INORI BUNKASAI II is a matsuri (Festival) held in 1 Vocational School of Bekasi. This is the committe of INORI BUNKASI II. That's verry great matsuri was be held in Bekasi

The Region of Java

This is the region of Java. Java has 6 Provinces. Java has many culture. In Java, any two script : Javanese Script and Sundanese Script

Showing posts with label Bahasa Jepang. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Jepang. Show all posts

Thursday, November 20, 2014

七五三 (SHICHI-GO-SAN)


Shichi-Go-San (七五三 Shichigosan, 3, 5, 7) adalah nama upacara di Jepang yang merayakan pertumbuhan anak berusia 3, 5, dan 7 tahun. Perayaan dilakukan setiap tahun sekitar tanggal 15 November dan bukan merupakan hari libur.
Peserta perayaan adalah anak laki-laki berusia 3 dan 5 tahun, dan anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun. Umur-umur tersebut dipercaya sebagai tonggak sejarah dalam kehidupan, dan angka-angka ganjil menurut tradisi Tionghoa dipercaya membawa keberuntungan. Anak-anak yang cukup umur sebagai peserta Shichi Go San didandani dengan kimono dan dibawa ke kuil Shinto untuk didoakan. Orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan anak-anak yang sudah berpakaian bagus dengan berfoto di studio foto.
Anak-anak yang merayakan Shichi Go San mendapat hadiah permen panjang yang disebut permen chitose (千歳飴 chitoseame, permen seribu tahun) yang dipercaya membuat anak sehat dan panjang umur. Kantong tempat permen chitoseame bergambar kura-kura dan burung jenjang yang merupakan simbol umur panjang.

Asal-usul


Permen chitose untuk perayaan Shichi-Go-San
Hari ke-15 menurut kalender Tionghoa merupakan hari baik dan semua yang dilakukan di hari tersebut dipercaya membawa keberuntungan, dan bulan 11 merupakan bulan selesai panen. Orang zaman kuno pergi ke kuil di bulan purnama hari ke-15 bulan ke-11 untuk berterima kasih atas hasil panen. Kesempatan ini sekaligus digunakan untuk berterima kasih atas pertumbuhan anak, serta memohon perlindungan agar anak tetap sehat dan dapat tumbuh hingga dewasa.
Di zaman dulu, angka kematian anak kecil sangat tinggi sehingga lahir tradisi merayakan anak-anak yang berhasil mencapai usia tertentu di kalangan keluarga petani di Jepang. Tradisi ini meluas ke kalangan samurai yang menambahkan sejumlah upacara. Anak perempuan dan anak laki-laki berusia 3 tahun mengikuti upacara Kamioki yang menandai mulai dipanjangkannya rambut anak setelah sebelumnya selalu dicukur habis. Anak usia 5 tahun mengikuti upacara Hakama-gi yang menandai pertama kali anak mulai memakai hakama dan haori. Anak perempuan mengikuti upacara Obitoki Himo-otoshi yang menandai pergantian kimono yang dipakai anak perempuan, dari kimono anak-anak yang bertali menjadi kimono berikut obi seperti yang digunakan orang dewasa. Kesempatan Shichi Go San sering merupakan kesempatan pertama bagi anak perempuan untuk merias wajah.
Sejak kalender Gregorian digunakan di Jepang, perayaan dilangsungkan pada 15 November. Di zaman sekarang, waktu membawa anak ke kuil sebagai Shichi Go San sudah disesuaikan dengan waktu libur orangtua. Anak boleh dibawa kapan saja ke kuil di sepanjang bulan November (hari Sabtu, Minggu, atau hari libur), dan tidak harus persis di tanggal 15 November. Di Hokkaido dan daerah-daerah dengan musim dingin yang sangat dingin, udara sudah dingin di sekitar 15 November sehingga perayaan sering dilakukan sebulan lebih awal pada 15 Oktober.

80 Kanji yang pertama dikenal orang Jepang


Setelah kita mengetahui asal usul kanji dan beberapa pengertian kanji, kita beralih untuk mempelajari kanji. Kita mulai dari kanji kelas 1 SD di Jepang. Anak-anak di Jepang sudah memulai mempelajari kanji setelah mereka memasuki bangku sekolah dasar.  Oke inilah daftar dari kanji  yang telah dipelajari anak kelas 1 di Jepang. Ada 80 huruf kanji di bawah ini :

KANJION-YOMIKUN-YOMIARTI
ICHIHITO-TSUSATU
U/YUUMIGIKANAN
UAMEHUJAN
ENMARUYEN
OU---RAJA
ON/INOTOSUARA
KA/GESHITA/KUDA-SARUBAWAH
KAHIAPI
KAHANABUNGA
KAI---KARANG
GAKUMANA-BUBELAJAR
KI---SUASANA HATI
KYUU/KUKOKONO-TSUSEMBILAN
KYUUYASU-MUISTIRAHAT
GYOKUTAMABOLA
KINKANEUANG
KUUSORA/KARA/A-KULANGIT
GETSU/GATSUTSUKIBULAN
KENINUANJING
KENMI-RUMELIHAT
GOITSU-TSULIMA
KOUKUCHIMULUT
KOU---SEKOLAH
SAHIDARIKIRI
SANMIT-TSUTIGA
SANYAMAGUNUNG
SHIKOANAK
SHIYON/YOT-TSUEMPAT
SHIITOBENANG
JI---AKSARA
JIMIMITELINGA
SHICHINANA-TSUTUJUH
SHAKURUMAMOBIL
SHUTETANGAN
JUUTOUSEPULUH
SHUTSUDE-RU/DA-SUKELUAR
JOONNAWANITA
SHOUCHII-SAIKECIL
JOUUE/A-GERUATAS
SHINMORIHUTAN
JIN/NINHITOORANG
SUIMIZUAIR
SEI/SHOUTADA-SHIIBENAR
SEIIKI-RU/I-MUKEHIDUPAN
SEIAO-IBIRU
SEKIYUUSENJA
SEKIISHIBATU
SEKIAKA-IMERAH
SENCHISERIBU
SENKAWASUNGAI
SENSAKIUJUNG
SOKUHAYAICEPAT
SOKUKUSARUMPUT
SHOKUASHIKAKI
SONMURAKAMPUNG
DAI/TAIOO-KIIBESAR
DAN/NANOTOKOLAKI-LAKI
CHIKUTAKEBAMBU
CHUUNAKATENGAH
CHUUMUSHISERANGGA
CHOUMACHIKOTA
TENAMASURGA
DENTASAWAH
DO/TOTSUCHITANAH
NIFUTA-TSUDUA
NICHI/JITSUHIHARI
NYUUHAI-RU/I-RERUMASUK
NENTOSHITAHUN
HAKUSHIRO-IPUTIH
HACHIYAT-TSUDELAPAN
HYAKU---SERATUS
BUN/FUNFUMIKALIMAT
MOKUKIPOHON
HONMOTOBUKU
MEI/MYOUNANAMA
MOKUMEMATA
RITSUTA-TSU/TA-TERUBERDIRI
RYOKU/RIKICHIKARATENAGA
RINHAYASHIHUTAN
ROKUMUT-TSUENAM

Thursday, September 25, 2014

PENGERTIAN KANJI (定義漢字)


A. Pengertian Romaji dan Kanji
    Untuk Bahasa Jepang kita sudah membahas huruf hiragana dan katakana, untuk romaji pastilah kita telah mengetahuinya romaji dalam Bahasa Jepang terdiri dari dua kata yaitu rooma (ローマ) yang berarti Roman atau Latin dan ji (字) yang berarti huruf, secara harfiah dapat diartikan sebagai huruf roman atau huruf latin. 
     Sekarang kita akan membahas kanji (漢字). Kanji dalam Bahasa Jepang terbentuk dari dua kata sama seperti romaji, yaitu : Kan (漢) yang berarti Dinasti Han dan Ji (字) yang berarti tulisan. Secara harfiah Kanji berarti tulisan pada saat Dinasti Han (Karena pada saat Kanji masuk ke Jepang di Tionghoa sedang berdiri Dinasti Han).

B. Sejarah Kanji Datang Ke Jepang
      Secara resmi, aksara Tionghoa pertama kali dikenal di Jepang lewat barang-barang yang diimpor dari Tionghoa melalui Semenanjung Korea mulai abad ke-5 Masehi. Sejak itu pula, aksara Tionghoa banyak dipakai  untuk menulis di Jepang, termasuk untuk prasati dan barang lainnya.
     Sebelum aksara Kanji dikenal orang Jepang, Bahasa Jepang berkembang tanpa bentuk tertulis. Pada awalnya, dokumen Bahasa Jepang ditulis dalam Bahasa Tionghoa, dan dilafalkan menurut cara baca Bahasa Tionghoa. Sistem kanbun (漢文) merupakan cara penulisan Bahasa Jepang menurut Bahasa Tionghoa yang dilengkapi tand diakritik. Sewaktu dibaca, tanda diakritik membantu penutur Bahasa Jepang mengubah susunan kata, menambah partikel, dan infleksi sesuai aturan tata Bahasa Jepang.
       Selanjutnya berkembang sistem penulisan Man-yougana yang memakai aksara Tionghoa untuk melambangkan bunyi dalam Bahasa Jepang. Sistem penulisan ini dipakai dalam puisi klasik Man-youshuu. Sewaktu menulis man-yougana, aksara Tionghoa ditulis dalam bentuk kursif agar menghemat waktu. Hasilnya adalah hiragana yang merupakan bentuk sederhana dari man-yougana. Hiragana menjadi sistem penulisan yang mudah dikuasai wanita. Sementara katakana diciptakan oleh biksu yang hanya mengambil sebagian kecil coretan dari sebagian karakter kanji yang dipakai pada man-yougana.

C. Cara Baca Kanji 
       Satu aksara kanji bisa memiliki cara baca yang berbeda. Selain itu, tidak jarang kita temui satu bunyi dapat dilambangkan dengan kanji yang berbeda. Terdapat 5 cara baca kanji di mana 2 dari cara baca tadi merupakan cara baca kanji dalam satu kata :

1. On-yomi (音読み)
        Merupakan cara baca aksara kanji mengikuti cara membaca orang Tionghoa sewaktu kanji diperkenalkan. Pengucapan karakter kanji menurut bunyi Bahasa Tionghoa bergantung pada kapan kanji tersebut diperkenalkan di Jepang. Akibatnya, sebagaian besar kanji memiliki lebih dari satu cara baca on-yomi. On-yomi dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :

a. Go-on (呉音)
           Merupakan cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan Zaman Enam Dinasti Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad ke-5 sampai abad ke-6. 

b. Kan-on (漢音)
        Merupakan cara pengucapan seperti dipelajari dari Zaman Nara dan Zaman Heian utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yang ditiru adalah cara pengucapan orang Chang-an.

c. Tou-on (唐音)
          Merupakan cara pengucapan aksara seperti dipelajari oleh biksu Zen antara Zaman Kamakura dan Zaman Muromachi yang belajar ke Dinasti Song, dan perdagangan dengan Tiongkok.

d. Kan-you-on (慣用音)
          Merupakan cara baca kanji yang salah (tidak diucapkan di manapun atau oleh siapapun di Tiongkok), tetapi telah diterima sebagai suatu kelaziman

2. Kun-yomi (訓読み)
       Merupakan cara baca kanji menurut pengucapan asli dari Bahasa Jepang. Cara baca ini merupakan cara kanji yang diterjemahkan dari Bahasa Tionghoa ke Bahasa Jepang. Bila karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli Jepang, dipakailah okurigana setelah kanji yang bersangkutan ditulis.

3. Nanori-yomi (名乗り読み)
     Nanoriyomi, secara harfiah "untuk mengatakan atau memberi nama sendiri", Juga dengan ekstensi "pengenalan diri") adalah pembacaan karakter kanji (pengucapan) ditemukan hampir secara eksklusif dalam nama Jepang. 
     Dalam bahasa Jepang, banyak nama Jepang yang dibangun dari karakter yang sama dengan pengucapan standar. Namun, nama juga dapat berisi karakter yang hanya terjadi sebagai bagian dari nama. Beberapa karakter standar juga memiliki pengucapan khusus ketika digunakan dalam nama. Misalnya, karakter 希, yang berarti "harapan" atau "langka", biasanya memiliki pengucapan ki (atau kadang-kadang Ke atau mare). Namun, sebagai nama perempuan itu dapat diucapkan Nozomi. 
     Dalam senyawa, nanoriyomi dapat digunakan bersama dengan pembacaan lain, seperti dalam nama (飯田). Di sini, nanoriyomi khusus 飯 (いい) dan pembacaan kunyomi standar 田 (だ) digabungkan. Sering juga pembacaan nanori terkait dengan makna umum dari kanji.

4. Juubakoyomi (重箱読み)

     Merupakan gabungan dua karakter sering tidak mengikuti cara membaca membaca on-yomidan kun-yomi melainkan campuran keduanya. Karakter pertama dibaca On-yomi dan karakter kedua dibaca Kun-yomi.

5. Yutooyomi (湯桶読み)

       Sama seperti Juubakotoyomi. Yutooyomi pun demikian. Namun, karakter pertama dibaca Kun-yomi dan karakter kedua dibaca On-yomi

D. Kanji buatan Jepang (国字 atau 和製漢字)

       Kanji buatan merupakan karakter kanji yang dibuat asli di Jepang dan tidak berasal dari Tiongkok. Wasei kanji biasanya hannya memiliki Kun-yomi dan jarang yang memiliki on-yomi, misal : 
峠 (tooge) : lintasan Pegunungan
辻 (Tsuji) : sudut jalan, perempatan jalan
畑 (hatake, hata) : ladang, perkebunan
働 {hatara(ku), on-yomi : doo} : bekerja

Thursday, September 11, 2014

Katakana (片仮名)



1. Pengertian Katakana
     Katakana adalah salah satu dari tiga macam tulisan di dalam Bahasa Jepang. Katakana biasanya digunakan untuk menulis bahasa serapan (外来語) dan juga bisa digunakan untuk menuliskan onomatope  Bahasa Jepang aslinya, tetapi hanya sebagai penegas bahasa saja. Katakana di dalam Bahasa Jepang digunakan sebagai huruf laki - laki (男手), karena pada zaman dahulu huruf katakana digunakan dan ditulis oleh laki-laki. Oleh karena itu, huruf katakana memiliki teksteur kasar dan kaku.

2.Aksara Suku Kata Jepang dan Ortografi
     Katakana terdiri dari 48 suku kata. Namun, dua dari 48 sekarang usang (tidak/jarang digunakan lagi), dan satu huruf diantaranya diawetkan menjadi konsonan tunggal. Wi dan We diucapkan sebagai vokal dalam Bahasa Jepang dan oleh karenanya huruf tersebut diusangkan dan digantikan dengan huruf I dan E. Huruf Wo pun demikian, tetapi karena Wo (/) pada Bahasa Jepang hanya digunakan sebagai partikel kemungkinannya kecil untuk digunakan.
     Sama seperti Hiragana Katakana pun memiliki versi kecil dari ya, yu, dan yo yang dapat ditambahkan di belakang huruf katakana yang berakhiran I. Penambahan kana y kecil disebut Yoon. Untuk tsu kecil penggunaannya juga sama seperti pada di Hiragana yaitu untuk menggandakan konsonan pada huruf berikutnya atau sama fungsi dengan tashdid dalam Bahasa Arab. Berbeda dengan Hiragana, untuk Katakana tsu kecil dapat digunakan disemua konsonan vokal, kecuali konsonan mati (ア、イ、ウ、エ、オ). Penambahan konsonan ganda disebut Sokuon. 
     Katakana memiliki keistimewaan di mana huruf konsonan mati dari katakana  (ア、イ、ウ、エ、オ), memiliki huruf kecil. Fungsi dari hurul kecil itu ialah untuk memberikan vokal yang tidak didapat dari suara ya, yu, dan yo, atau bisa fungsinya sama seperti Yoon. Tetapi versi kecil dari konsonan mati ini terkadang digunakan untuk mewakili suara yang dilemahkan   (ハァ haa,ネェ nee).
     Katakana juga memunyai vokal panjang, yang ditulis dengan tanda (ー). Contoh メール adalah GAIRAIGO dari E-mail. Ada beberapa pengecualian untuk kata dalam bahasa jepang yang juga menggunakan tanda perpanjangan (ー) yaitu ローソク (rōsoku (蝋烛 ? , "lilin")) atau ケータイ (Ketai (携帯 ? , "ponsel"))

3. Huruf Katakana

       Tabel I
       Tabel pertama ini berisi huruf-huruf katakana standar. Jika komputer Anda tidak mempunyai font bahasa Jepang, lihat tabel ketiga untuk huruf-huruf dasar. (huruf dalam warna merah sudah jarang digunakan).

ア aイ iウ uエ eオ o
カ kaキ kiク kuケ keコ koキャ kyaキュ kyuキョ kyo
サ saシ shiス suセ seソ soシャ shaシュ shuショ sho
タ taチ chiツ tsuテ teト toチャ chaチュ chuチョ cho
ナ naニ niヌ nuネ neノ noニャ nyaニュ nyuニョ nyo
ハ haヒ hiフ fuヘ heホ hoヒャ hyaヒュ hyuヒョ hyo
マ maミ miム muメ meモ moミャ myaミュ myuミョ myo
ヤ yaユ yuヨ yo
ラ raリ riル ruレ reロ roリャ ryaリュ ryuリョ ryo
ワ waヰ wiウ wuヱ weヲ wo
ン n
ガ gaギ giグ guゲ geゴ goギャ gyaギュ gyuギョ gyo
ザ zaジ jiズ zuゼ zeゾ zoジャ jaジュ juジョ jo
ダ daヂ jiヅ zuデ deド do
バ baビ biブ buベ beボ boビャ byaビュ byuビョ byo
パ paピ piプ puペ peポ poピャ pyaピュ pyuピョ pyo

Tabel II  
     Tabel kedua berisi huruf-huruf tambahan dalam zaman modern. Ini biasanya digunakan untuk merepresentasikan kata-kata dari bahasa asing yang belum masuk ke Jepang pada masa lampau.

イェ ye
ウィ wiウェ weウォ wo
ヴァ vaヴィ viヴ vuヴェ veヴォ vo
シェ she
ジェ je
チェ che
ティ tiトゥ tu
テュ tyu
ディ diドゥ du
デュ dyu
ツァ tsaツィ tsiツェ tseツォ tso
ファ faフィ fiフェ feフォ fo
フュ fyu
      

Hiragana (平仮名)



1. Pengertian Hiragana
     Hiragana adalah salah satu dari tiga macam tulisan di dalam Bahasa Jepang. Hiragana biasanya digunakan untuk menulis bahasa asli dari Jepang. Hiragana di dalam Bahasa Jepang digunakan sebagai huruf perempuan (女手), karena pada zaman dahulu huruf hiragana digunakan dan ditulis oleh perempuan. Oleh karena itu, huruf hiragana memiliki tekstur lembut dan luwes.

2.Aksara Suku Kata Jepang dan Ortografi
     Hiragana terdiri dari 48 suku kata. Namun, dua dari 48 sekarang usang (tidak/jarang digunakan lagi), dan satu huruf diantaranya diawetkan menjadi konsonan tunggal. Konsonan tunggal N (ん) ini dapat berubah pelafalan tergantung konsonan yang mengikutinya. Suara yang dihasilkan adalah Ng, N, M, dan Ng lemah.

Suara N, dilafalkan apabila huruf (ん) diikuti dengan huruf T,D,Ch,J,Ts,Z,R. Contoh :

- かんたん (Mudah)
- へんだ     (Aneh)
- じんじゃ   (Kuil)
- せんぜん (Sebelum Perang)

Suara M, dilafalkan apabila huruf (ん) diikuti dengan huruf M,P,B. Contoh :

- しんぱい  (Khawatir)
- せんぱい (Senior)
- なんばん  (Berapa)
- さんびゃく (300)

Suara Ng, dilafalkan apabila huruf (ん) diikuti dengan huruf K,G. Contoh :

- かんこく    (Korea)
- まんが      (Gambar Animasi)
- にほんご  (Bahasa Jepang)

Suara Ng lemah, dilafalkan apabila huruf (ん) berada diakhira kalimat. Contoh :

- こくみん    (Kebangsaan)
- がいじん   (Orang Asing)

     Wi dan We diucapkan sebagai vokal dalam Bahasa Jepang dan oleh karenanya huruf tersebut diusangkan dan digantikan dengan huruf I dan E. Huruf Wo pun demikian, tetapi karena Wo (/) pada Bahasa Jepang hanya digunakan sebagai partikel kemungkinannya kecil untuk digunakan
.
    Hiragana memiliki versi kecil dari ya, yu, dan yo yang dapat ditambahkan di belakang huruf katakana yang berakhiran I. Untuk huruf K,N,H,M,R,G,B,P cara bacanya hanya tinggal menambah ya, yu, dan yo dan melebur vokal I menjadi vokal Y, namun untuk huruf Sh,Ch,J sebutan ya, yu, dan yo dilebur menjadi sebutan Sha, Shu, dan Sho. Penambahan kana y kecil disebut Yo-on. 

すうきょう     (Agama)
- しゃしん        (Foto)
- おちゃ           (Teh)
- にょう            (Urin)
- ひゃく            (100)
- みょう           (Aneh)
- りょう            (Asrama)
- ぎょか          (Harga Ikan)
- さいじょうし  (Kota Saijo)

     Untuk tsu kecil penggunaannya juga sama seperti pada di Hiragana yaitu untuk menggandakan konsonan pada huruf berikutnya atau sama fungsi dengan tashdid dalam Bahasa Arab. Hanya huruf yang berdasar pada sistem KTSP (か、さ、た、ぱ) yang bisa diberikan konsonan ganda. Penambahan konsonan ganda disebut Sokuon. 
Contoh kata yang menggunakan Yo-on :

- がっこう        (Sekolah)
- いっしゅかん(Sa-tu minggu)
- ぽけっと       (Kantung atau saku)
- はっぴゃく    (800)

    Khusus untuk huruf CHI (ち) sistem penulisan latinnya ialah menambah huruf t sebelum huruf C, contoh :

- こっち           (Ke sini)

          Hiragana juga memunyai vokal panjang. Vokal panjang ini dituliskan dengan huruf (あ、い、う、え、お) Untuk Huruf yang berakhiran A dapat dipanjangkan dengan huruf (あ) seperti kata おかあさん (Ibu), Huruf yang berakhiran I dapat dipanjangkan dengan huruf (い) seperti kata おにいさん (Kakak Laki-laki), Huruf yang berakhiran U dapat dipanjangkan dengan huruf (う) seperti pada kata ほんしゅう (Pulau Honshu). Untuk huruf E, biasanya digunakan huruf (い) seperti kata せんせい (guru) dan がくせい (Siswa), tetapi ada juga kata yang menggunakan huruf (え) untuk vokal panjang seperti おねえさん (Adik Perempuan). Pada huruf yang berakhiran O, biasanya digunakan huruf (う) seperti pada kata がっこう (Sekolah) dan おとうさん (Ayah), tetapi ada juga beberapa kata yang menggunakan huruf (お) sebagai vokal panjang contoh おおきい (Besar) dan とおい (Jauh).

    Berhati-hatilah terhadap pembacaan vokal panjang, karena pembacaan vokal panjang dapat memengaruhi arti dari kata tersebut, contoh :
Vokal panjang A (あ)
                     おばあさん - NENEK dengan おばさん - BIBI
Vokal panjang I (い)
おじいさん - KAKEK dengan おじさん - PAMAN
Vokal panjang U (う)
じゅう - SEPULUH dengan じゅ - POHON
Vokal panjang E (い) dan (え) dan Vokal panjang O (う) dan (お) juga memiliki kesamaan dan melafalkan vokal panjang

3.    Kegunaan Hiragana
a. menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名). Contoh: okuru (mengirim) ditulis: 送る. Yang bercetak tebal itulah okurigana.
b.  menulis kata keterangan (adverbia), beberapa kata benda (nomina) dan kata sifat (adjektifa).
c.  perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
d.  menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
e. menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca.
f.   Digunakan oleh orang asing untuk belajar Bahasa Jepang sebelum belajar Kanji

     Di bawah ini merupakan cara baca hiragana menurut cara baca romaji (latin) :
huruf hidupyōon
 a i u e o(ya)(yu)(yo)
 ka ki ku ke koきゃ kyaきゅ kyuきょ kyo
 sa shi su se soしゃ shaしゅ shuしょ sho
 ta chi tsu te toちゃ chaちゅ chuちょ cho
 na ni nu ne noにゃ nyaにゅ nyuにょ nyo
 ha hi fu he hoひゃ hyaひゅ hyuひょ hyo
 ma mi mu me moみゃ myaみゅ myuみょ myo
 ya yu yo
 ra ri ru re roりゃ ryaりゅ ryuりょ ryo
 wa wi we wo
 n
 ga gi gu ge goぎゃ gyaぎゅ gyuぎょ gyo
 za ji zu ze zoじゃ jaじゅ juじょ jo
 da (ji) (zu) de doぢゃ (ja)ぢゅ (ju)ぢょ (jo)
 ba bi bu be boびゃ byaびゅ byuびょ byo
 pa pi pu pe poぴゃ pyaぴゅ pyuぴょ pyo
 
      Di bawah ini merupakan tulisan hiragana dengan asal kanji pembentuknya :









あ行
か行
さ行
た行
な行
は行
ま行
や行



ら行
わ行